NGAMPRAH, (PRLM).- Warga menyayangkan truk pasir yang masih melintasi jalan di kawasan wisata Situ Ciburuy, di Kampung Ciburuy, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Padahal, jalan tersebut baru diperbaiki dan dilapisi aspal sekitar dua bulan yang lalu. Warga khawatir jalan khusus kendaraan kecil di jalur wisata Situ Ciburuy itu akan cepat rusak.
“Seharusnya ada pembatasan tonase, atau paling tidak ada portal penghalang kendaraan besar memasuki kawasan wisata,” ujar Tokoh Masyarakat Ciburuy Nana Munajat, Rabu (25/1).
Lalu lintas truk pasir itu berhubungan dengan aktivitas usaha pembuatan batako yang ada di dalam kawasan Situ Ciburuy. Setiap harinya, tak kurang dari tiga rit truk bermuatan pasir melintasi jalan di sisi Situ Ciburuy tersebut.
Belum lagi, aktivitas truk yang memuat batako dengan tonase yang diperkirakan melebihi bobot truk bermuatan pasir.
Padahal, butuh waktu bertahun-tahun bagi warga sekitar khususnya para pelaku usaha jasa wisata dan pedagang dapat merasakan fasilitas jalan layak tersebut.
Baru pada akhir 2011 lalu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memperbaiki jalan yang sebelumnya rusak dan melapisinya dengan aspal.
“Warga takut jalan yang masih bagus itu akan cepat rusak oleh truk bermuatan berat itu,” ujarnya.
Menurut Ketua RW 08 Kampung Ciburuy, Dadang, aktivitas satu truk yang melintas diperkirakan memuat 14 kubik pasir. Selain usaha warung dan jasa wisata lainnya, terdapat lima usaha pembuatan batako dii kawasan Situ Ciburuy. “Kalau melintas muatan pasir itu memenuhi bak truk besar hingga terlihat muncung di atas bak truknya,” tuturnya.
Ia menjelaskan, usaha batako memang telah ada sejak lama di kawasan Situ Ciburuy. Hanya saja, saat itu jalan di kawasan Situ Ciburuy belum rapi dan tertata seperti saat ini.
Oleh karena itu, wajar jika warga sekitar Ciburuy mengkhawatirkan potensi kerusakan jalan yang diakibatkan beban truk besar yang melintas itu. Warga juga mempertanyakan komitmen Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat yang berencana merelokasi usaha batako tersebut sesuai rencana revitalisasi dan penataan kawasan wisata Situ Ciburuy.
“Kondisi ini sudah banyak diperbicangkan masyarakat. Rencana penataan kawasan wisata Situ Ciburuy seharusnya dapat terus dimaksimalkan,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat Aos Kaosar juga menyayangkan masih adanya lalu lintas kendaraan berat di kawasan Situ Ciburuy.
“Sayang juga, jalannya sudah bagus. Saya akan segera koordinasi terkait masalah ini dengan kepala desa Ciburuy,” ucapnya. (A-196/A-26).***
sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/174383
Other articles you might like;

