BERITAJAKARTA.COM — 26-01-2012 12:20
Kesungguhan jajaran Sudin Pekerjaan Umum (PU) Tata Air Jakarta Pusat dalam menyelesaikan masalah genangan maupun banjir di wilayah Jakarta Pusat patut dipertanyakan. Bagaimana tidak, kondisi dua unit truk operasional milik Sudin PU Tata Air Jakarta Pusat saat ini kondisinya cuukup memprihatinkan. Truk yang dibeli sejak tahun 1997 itu mengalami kerusakan dibeberapa bagian. Bahkan, satu diantaranya saat ini sudah tidak bisa lagi digunakan.
“Truk yang kami miliki usianya sudah lebih dari 15 tahun sejak dibeli pada tahun 1997. Satu unit sudah tidak bisa lagi dipergunakan. Sementara satu lagi masih bisa digunakan meski kondisinya sudah memprihatinkan karena banyak kerusakan dibanyak bagian,” ujar Juaini Yusuf, Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin PU Tata Air Jakarta Pusat, Kamis (26/1).
Dikatakan Juaini, kerusakan yang terjadi pada truk tersebut antara lain sasis-nya patah, bodi truk keropos sehingga bak truk terpaksa dilapisi papan, lampu sen pecah dan jok hancur sehingga pegemudi harus menggunakan bantal jika duduk mengemudikan truk tersebut. “Kadang untuk menggunakan truk tersebut terpaksa diakal-akalin,” tambah Juaini.
Dijelaskannya, truk tersebut tidak hanya biasa digunakan untuk kegiatan operasional PU Tata Air, seperti mengangkut lumpur untuk kegiatan normalisasi saluran dan pengerukan, serta kegiatan lain yang diselenggarakan kantor Walikota Jakarta Pusat.
Sebenarnya, kata Juaini, jika kondisi truk itu prima, tentu daya angkut maksimal yang bisa dilakukan hingga 5 meter kubik. Namun saat ini, daya angkut yang bisa dilakukan hanya sampai 2 meter kubik. Diungkapkan Juaini, pihaknya sudah mengusulkan untuk mengganti 2 unit truk tersebut sejak dua tahun lalu. Namun, hingga saat ini usulan tersebut tak kunjung terealisasi.
Ditambahkan Juaini, sebenarnya kondisi peralatan kerja lainnya seperti braker, mesin jetting, pakul, cangkrang, radio komunikasi, molen semen, serta cutter untuk memotong aspal, kondisinya juga sudah memprihatinkan dan perlu diperbarui.
Dengan letak wilayah Jakarta Pusat yang berada di area ring I, sudah seharusnya ada kekhususan terhadap perlengkapan kerja yang dibutuhkan. Selain itu, sambungnya, juga diperlukan dukungan peralatan lain, seperti alat berat dan beberapa peralatan lainnya.
Meski peralatan dan perlengkapan kerja yang dimiliki kondisinya memprihatinkan, namun ditegaskan Juani, pekerjaan yang dilakukan tetap dijalankan semaksimal mungkin. “Saat ini seluruh peralatan dan perlengkapan kerja yang kami miliki di tempatkan di workshop Sudin PU Air, di Jl Danau Damplas, Benhil. Petugas kami juga selalu siaga 24 jam untuk melayani kepentingan dan keperluan masyarakat,” tandasnya.
sumber : http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&nNewsId=48319
Other articles you might like;

